Selasa, 01 Mei 2018

Critical journal review komunikasi sosial

CRITICAL JOURNAL REVIEW
KOMUNIKASI PARTISIPATIF PADA PROGRAM POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (Studi Kasus di RW 05 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Yusnadi. M. S
Disusun untuk memenuhi mata kuliah Komunikasi Sosial








Disusun
O
L
E
H


ILHAM FAUZI        1173371009






JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018








KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya  sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan critical jurnal review ini dengan judul Peran pendidikan sepanjang hayat bagi anak penyandnag disabilitas”. Critical jurnal review ini kami buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah ’Pendidikan Seumur Hidup,” semoga critical jurnal review ini dapat menambah wawasan dan pengatahuan bagi para pembaca.
Dalam penulisan critical jurnal review ini, kami tentu saja tidak dapat menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Kedua orang tua kami yang selalu mendoakan
2.      Kepada dosen pengampu, Ibu Sani Susanti, M. Pd
Kami menyadari bahwa critical jurnal review ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke depannya.
Akhir kata kami mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam critical jurnal report yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi para pembaca.


Medan, April 2018



Ilham Fauzi
NIM 1173371009








DAFTAR ISI
Kata Pengantar    i
Daftar isi    ii
I. Pengantar    1                           
II. Ringkasan artikel/hasil penelitian    2
III. Keunggulan penelitian    3
a). Kegayutan antar elemen    3   
b). Originalitas temuan    3
c). Kemutakhiran masalah     3
d). Kohesi dan Koherensi isi penelitian     3
IV. Kelemahan penelitian     4
a). Originalitas temuan    4
b). Kohesi dan koherensi    4
V. Implikasi terhadap    4
a). Teori     4
b). Program pembangunan di Indonesia    4
c). Pembahasan dan Analisis     5
VI. Kesimpulan    5
Kepustakaan     6


















Identitas Jurnal
Judul Artikel        : Komunikasi Partisipatif Pada Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Studi Kasus Di Rw 05 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)
Judul Jurnal        : Jurnal Komunikasi Pembangunan
Penulis        : I. Satriani, P. Muljono, R.W.E. Lumintang
Tahun terbit        : 2011
Volume        : 9
Nomor        : 2
Tanggal akses    : 18 maret 2018
  1. Pengantar
Dalam era kemunculan paradigma baru komunikasi pembangunan yang partisipatif, semua pihak diundang untuk berpartisipasi dalam proses komunikasi sampai dengan pengambilan keputusan. Komunikasi pendukung pembangunan dilaksanakan dalam model komunikasi horizontal, interaksi komunikasi dilakukan secara lebih demokratis. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam upaya pembangunan manusia yang secara tidak langsung berkontribusi dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (Human Development Index).
Upaya dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, salah satunya yaitu program pemberdayaan yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) LPPM IPB bekerjasama dengan Yayasan Damandiri adalah membangun dan mengembangkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di wilayah-wilayah yang memiliki kantong kemiskinan baik tingkat desa, dusun atau RW. Menurut Suyono dan Haryanto (2007). Kota Bogor masih dihadapkan pada masalah besarnya jumlah warga miskin yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 jumlah warga miskin Kota Bogor mencapai 42.328 Rumah Tangga. Berbagai kegiatan yang dilakukan pada tahun 2010 telah menurunkan KK miskin sebanyak 1.452 keluarga miskin, atau 3,43% dari 42.328 KK, dengan jumlah terbanyak ada di Kecamatan Bogor Barat yang mencapai 358 KK. Salah satu wilayah di Kota Bogor yang mendapatkan kesempatan melaksanakan program percontohan Institut Pertanian Bogor dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Manusia adalah Kecamatan Bogor Barat Kelurahan Situgede RW 05. Menurut Suyono dan Haryanto (2007), Posdaya sebagai forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu.
  1. Ringkasan Artikel atau Hasil Penelitian
Menurut Leeuwis (2009), komunikasi merupakan sebuah proses penting yang digunakan oleh manusia dalam pertukaran pengalaman dan ide, dan hal itu menjadi pemicu penting bagi penyampaian pengetahuan dan persepsi dari berbagai jenis (misalkan pembelajaran). Tujuan komunikasi menurut Levis (1996) antara lain adalah: (1) informasi, untuk memberikan informasi yang menggunakan pendekatan dengan pemikiran, (2) persuasif, untuk menggugah perasaan penerima, (3) mengubah perilaku (sikap, pengetahuan dan keterampilan) perubahan sikap terhadap pelaku pembangunan, (4) meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan usaha secara efisien di bidang usaha yang dapat memberi manfaat dalam batas waktu yang tidak tertentu, (5) mewujudkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Komunikasi partisipatif adalah suatu proses komunikasi dimana terjadi komunikasi dua arah atau dialogis, sehingga menghasilkan suatu pemahaman yang sama terhadap pesan yang disampaikan. Posdaya merupakan wadah pelayanan keluarga secara terpadu, yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan dalam berbagai bidang, utamanya agama, pendidikan, kesehatan, wirausaha dan lingkungan hidup, sehingga keluarga secara harmonis bisa tumbuh mandiri di desanya.
Penelitian dilaksanakan di Posdaya Kenanga RW 05 Kelurahan Situgede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Informan penelitian adalah para kader Posdaya Kenanga dan seseorang atau lembaga yang mendukung data penelitian. Seseorang atau lembaga tersebut yaitu pemerintah kelurahan (lurah, kepala urusan sosial dan kemasyarakatan), tokoh masyarakat. Jumlah informan yang berhasil ditemui sebanyak 27 orang yang terdiri dari 18 orang kader Posdaya Kenanga, dua orang pendamping, dua orang perangkat kelurahan, satu orang tokoh masyarakat serta 4 orang dari masyarakat. Data diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, pengamatan berperan serta, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD/Focused Group Discussion). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Analisis data kualitatif adalah upaya yang berlanjut, berulang dan terus-menerus. Analisis data berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data. Analisis data yang dilaksanakan meliputi reduksi data (memilah, memfokuskan pada hal yang penting), penyajian data (narasi, kutipan pernyataan, foto), interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.



III. Keunggulan Penelitian
  1. Kegayutan antar elemen
Dari pembahasan disetiap elemen/bagian memiliki keterkaitan hirarki yang terkait antara komponen satu dengan lainnya, keterkaitan ini terlihat dari segi penjelasannya yang menyeluruh  yang didalamnya terkandung bagaimana proses komunikasi yang partisifatif dimana komunikasi partisifatif merupakan komunikasi proses dimana terjadi komunikasi dua arah atau dialogis, sehingga menghasilkan suatu pemahaman yang sama terhadap pesan yang disampaikan, dan selanjutnya dilanjutkan dengan prakteknya yang mengharuskan seseorang untuk menerapkan komunikasi yang partisifatif dalam proses berinteraksi dengan orang lain.
  1. Originalitas temuan
Pembahasan jurnal yang saya baca, penulis membuat jurnal tersebut sesuai dengan perkembangan yang ada disekitar. Dimana Dengan komunikasi partisipatif diharapkan dapat menghilangkan berbagai hambatan, terutama dalam hal tukar-menukar informasi maupun berbagai ketimpangan dalam pelaksanaan Posdaya. Posdaya merupakan wadah pelayanan keluarga secara terpadu, yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan dalam berbagai bidang, utamanya agama, pendidikan, kesehatan, wirausaha dan lingkungan hidup, sehingga keluarga secara harmonis bisa tumbuh mandiri pada masing-masing desa.
  1. Kemukhtahiran masalah
Setelah punyusun membaca jurnal ini, penyusun menyimpulkan bahwa jurnal sudah cukup mutakhir karena pemabahasan dalam jurnal sangat jelas dan kekinian yaitu membahas tentang pentingnya komunikasi partisifatif dalam sebuah Posdaya atau Pos pemberdayaan keluarga Kenanga RW 05 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dampak komunikasi partisipatif dalam setiap kegiatan dan rapat di Posdaya Kenanga dirasakan kader banyak memberikan manfaat. Manfaat yang di dapat yaitu saling berbagi informasi dan pengetahuan, penyelesaian masalah diselesaikan secara bersama serta terjalinnya keakraban sesama kader. karena Keberadaan Posdaya Kenanga menjadikan kader saling berbagi informasi dan pengetahuan serta menjadi tempat bertukar pikiran atau pendapat, pandangan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan.
d. Kohesi dan koherensi isi penelitian
Dari jurnal yang saya baca ini kohesinya sudah cukup baik materinya cukup singkat. Karena penelitian ini berbentuk jurnal bukan e-book. Jadi penulis memaparkan isi dengan singkat disetiap judulnya, dan mengembangkan point-point kecil yang penting untuk dikaji. Materi yang dibahas dalam jurnal mudah dipahami karena penulis langsung menuliskan isi dari permasalahan yang dituju tidak terlalu banyak defenisi (koherensi).
IV. Kelemahan Penelitian
  1. Originalitas Temuan
Pada segi temuan kita bisa melihat bahwa kebermanfaatan Komunikasi partisifatif terlihat pada Kader di Posdaya Kenanga memiliki akses yang sama untuk berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pengambilan keputusan. Akses yang terlihat di Posdaya Kenanga adalah semua kader diundang untuk menghadiri rapat rencana kerja Posdaya Kenanga dan rapat evaluasi. Mengikuti rapat dan terlibat dalam pengamatan berperan serta terhadap pelaksanaan kegiatan di masing-masing bidang Posdaya Kenanga menunjukkan keberagaman dari kader, baik keberagaman usia, gender, pendidikan dan pekerjaan.
b. Kohesi dan Koheresi
Dari keterkaitan hubungan dan penjelasan gagasan yang ada juga teori yang ada pada jurnal tersebut hampir tidak ada kekurangannya karena pada segi kohesi dan koherensi membuat poin lebih besar kepada keunggulan dalam jurnal, maka dari itu penulis hanya menyebutkan bahwa tidak banyak kekurangan yang ditemukan pada segi koherensi dan kohesinya.
V. Implikasi terhadap
a. Teori
Menurut Suyono dan Haryanto (2007), Posdaya sebagai forum silaturahmi, advokasi, komunikasi, informasi, edukasi dan sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Penguatan fungsi-fungsi utama tersebut diharapkan setiap keluarga mampu membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang mandiri dan keluarga yang mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.
Posdaya merupakan pemberdayaan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Melalui komunikasi yang partisipatif sesuai dengan gagasan Posdaya, maka masyarakat diajak untuk turut bersama-sama P2SDM LPPM IPB untuk merencanakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya, melaksanakan dan memberikan penilaian terhadap apa yang akan dan telah dilaksanakannya. Komunikasi dalam kegiatan Posdaya sangat diperlukan agar apa yang diinginkan baik oleh P2SDM LPPM IPB maupun masyarakat dalam pelaksanaan Posdaya dapat tercapai. Dengan komunikasi partisipatif diharapkan dapat menghilangkan berbagai hambatan, terutama dalam hal tukar-menukar informasi maupun berbagai ketimpangan dalam pelaksanaan Posdaya.

b. Program Pembangunan di Indonesia
Dalam program pembangunan di Indonesia diperlukan yang namanya proses penyampaian informasi yang efektif sehingga berhasil tidaknya seseorang dalam menyampaikan informasi kepada orang lain agar dapat diterima dan direspon oleh orang lain terlihat adanya umpan balik atau efek yang ditimbulkan dari proses komunikasi tersebut. Dalam menerapkan komunikasi partisifatif dalam pelaksanaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) perlu diperhatikan agar proses pelaksanaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dapat berjalan sebagaimana mestinya.
c. Pembahasan dan Analisis
Faktor pendukung keberhasilan pemberdayaan masyarakat salah satunya adalah pendampingan. Peran yang dominan dalam kegiatan Posdaya Kenanga adalah peran dari pendamping yakni pihak P2SDM LPPM IPB yang selalu melakukan koordinasi dengan pengurus Posdaya Kenanga. Peran dari pihak P2SDM LPPM IPB adalah sebagai pendamping dan konsultan. Pendampingan yang dilakukan adalah dalam bentuk kunjungan ke Posdaya, konsultasi pengurus atau kader, mendampingi untuk melihat kegiatan di Posdaya lain yang berhasil, dan mengikutkan dalam berbagai kegiatan diskusi, seminar atau kegiatan pelatihan. Peran pendamping selain mendampingi juga membantu dalam penyusunan proposal kegiatan untuk diajukan ke pihak luar. Ketika terjadi permasalahan, hambatan di dalam Posdaya Kenanga koordinator maupun kader melakukan konsultasi untuk penyelesaiannya.
Perangkat Kelurahan Situgede sebagai institusi pemerintahan, memiliki peran dalam kegiatan Posdaya Kenanga RW 05 antara lain pembinaan kader, pelatihan para kader serta memotivasi kader. Pembinaan yang dilakukan oleh pihak kelurahan terhadap kegiatan Posdaya Kenanga adalah penyampaian informasi, monitoring kegiatan, dan membantu penyelesaian masalah. Tokoh masyarakat yang menjadi panutan bagi RW 05 dilibatkan dalam kegiatan Posdaya Kenanga. Peran keterlibatan tokoh masyarakat dalam Posdaya Kenanga adalah sebagai penasehat seperti memberikan pandangan-pandangan, saran, kritikan, dan ide-ide yang membangun untuk keberlangsungan kegiatan Posdaya Kenanga.
VI. Kesimpulan
Perangkat Kelurahan Situgede, pihak P2SDM LPPM IPB serta tokoh masyarakat memiliki peran masing-masing di kegiatan Posdaya Kenanga. Perangkat Kelurahan sebagai institusi pemerintahan, memiliki peran dalam kegiatan Posdaya Kenanga RW 05 antara lain pembinaan kader, pelatihan para kader serta memotivasi kader. Peran dari pihak P2SDM LPPM IPB adalah sebagai pendamping dan konsultan. Peran keterlibatan tokoh masyarakat dalam Posdaya Kenanga adalah sebagai penasehat seperti memberikan pandangan-pandangan, saran, kritikan, dan ide-ide yang membangun untuk keberlangsungan kegiatan Posdaya Kenanga.
Dampak komunikasi partisipatif dalam Posdaya Kenanga meliputi saling berbagi informasi dan pengetahuan, menyelesaikan permasalahan secara bersama dan terjalinnya keakraban sesama kader.

Kepustakaan
Lumintang, R.W.E, Muljono. P, Satriani. I, 2011. Komunikasi Partisipatif Pada Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Studi Kasus Di Rw 05 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Vol. 9. No. 2 ISSN 1693-3699.




























Critical book report profesi kependidikan

ETIKA PROFESI KEGURUAN
(Novan Ardy Wiyani, M. Pd. I, 2015)





NAMA MAHASISWA        : ILHAM FAUZI
NIM                :  1173371009
DOSEN PENGAMPU        :  Dr. Yasaratodo Wau, M. Pd
MATA KULIAH        : PROFESI KEPENDIDIKAN


PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
MEI 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur, kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan critical book report dengan judul “Etika Profesi Keguruan” untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Profesi Kependidikan.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Critical Book Review ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait. Maka dari itu saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Yasaratodo Wau, M. Pd selaku Dosen Pengampu yang telah membimbing saya dan teman-teman yang senantiasa sudah membantu.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu mengharapkan masukan atau saran dan kritik yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan selanjutnya. Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita.

Medan, Maret 2018


Penulis
Ilham Fauzi
NIM. 1173371009







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL    1
KATA PENGANTAR    2
DAFTAR ISI    3
BAB I. PENDAHULUAN    4
  1. Rasionalisasi Pentingnya CBR    4
  2. Tujuan    4
  3. Manfaat    4
  4. Identitas Buku    4
BAB II. RINGKASAN ISI BUKU    6
BAB III. PEMBAHASAN    10
BAB IV PENUTUP    11
  1. Kesimpulan    11
  2. Rekomendasi    11
DAFTAR PUSTAKA    12
LAMPIRAN    13








BAB I
PENDAHULUAN
  1. Rasionalisasi Pentingnya CBR
Pentingnya Critical Book Report bagi mahasiswa yang baru belaajr tentang mengkritik buku agar lebih mengerti atau memahami apa isi buku yang telah direview dan dibacanya, dan tidak hanya diriview dan dibaca saja tetapi dia juga tidak lupa begitu saja. Tugas ini mengajarkan mahasiswa bagaimana caranya berpikir kritis.
  1. Tujuan Penulisan
  1. Penyelesaian tugas : Critical Book Review ini dimaksudkan untuk membandingkan beberapa buku yang kit abaca.
  2. Menambah        : Pengetahuan dan wawasan mengenai buku yang akan dikritik.
  3. Meningkatkan    : Ketelitian dan pemahaman dari buku yang kita review sehingga kita mampu membandingkannya dengan buku lain.
  4. Menguatkan        : Potensi maupun keahlian dalam mengkritik isi buku yang kita baca dan melakukan perbandingan dengan buku lainnya.
  1. Manfaat CBR
Buku ini dikritik dengan tujuan agar mahasiswa dapat melakukan review book dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk belajar mandiri, belajar bersama, untuk mencapai tujuan bersama.dan dapat menawarkan gagasan dalam pengembangan jiwa Keprofesionalan seorang Tenaga Pendidik dan mudah-mudahan dapat menambah wawasan bagi kita semua.
  1. IDENTITAS BUKU YANG DIRIVIEW : (BUKU UTAMA)
Judul Buku                : Etika Profesi Keguruan
Nama Pengarang            : Novan Ardy Wiyani, M. Pd. I
Penerbit/Thn Terbit/Jlh Hlm    : GAVA MEDIA/2016/207
ISBN                    : 978-602-7869-73-8
   
BUKU PEMBANDING I
Nama Mahasiswa            : Ilham Fauzi
NIM/Prodi                : 1173371009/PLS
Judul Buku                : Guru Profesional Pedoman Kinerja, Kualifikasi, & Kompetensi Guru
Cetakan                 : Pertama
Nama Pengarang            : Jamil Suprihartiningrum, M. Pd. Si.
Penerbit/Thn Terbit/Jlh Hlm    : AR-RUZ MEDIA/2014/385
Kota Terbit                : Jogjakarta
ISBN                    : 978-602-7874-04-6
BUKU PEMBANDING II
Nama Mahasiswa            : Ilham Fauzi
NIM/Prodi                : 1173371009/PLS
Judul Buku                : Kinerja Guru Profesional: instrument Pembinaan, Peningkatan, &Penilaian
Cetakan                 : Pertama
Nama Pengarang            : Barnawi & Mohammad Arifin
Penerbit/Thn Terbit/Jlh Hlm    : AR-RUZ MEDIA/2014/166
ISBN                    : 978-602-18895-5-8




BAB II
RINGKASAN BUKU
BAB I HAKIKAT ETIKA
Etika adalah suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Etika merupakan cara kita dalam atau berbuat.
Etika, moral, akhlak, dan karakter merupakan istilah yang sama-sama memfokuskan pembahasannya pada perbuatan baik manusia. Sumber dan sifatnya lah yang membedakannya. Etika bersumber dari akal, moral bersumbe dari etika, akhlak bersumber dari ajaran agama, sedangkan karakter bersumber dari akal, dapat pula dari ajaran agama maupun keduanya. Sementara itu etika bersifat teoritis, moral bersifat praktis, akhlak bersifat subjektif, sedangkan karakter bersifat teoritis dan praktis.
BAB II HAKIKAT KODE ETIK PROFESI
Kode etik profesi adalah norma-norma atau nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan dipatuhi oleh anggota profesi sebagai landasan dalam menjalankan profesinya.
Tujuan Kode Etik Profesi adalah untuk menjunjung tinggi martabat suatu profesi, untuk menaga atau memelihara kesejahteraan anggota organisasi profesi, untuk meningkatkan pengabdian anggota organisasi profesi, untuk meningkatkan mutu profesi, untuk meningkatkan mutu organisasi profesi, untuk meningkatkan layanan diatas kepentingan pribadi, untuk menciptakan organisasi profesi yang kuat, untuk menciptakan hubungan yang harmonis antar-anggota organisasi profesi, untuk menentukan suatu standar kinerja anggota organisasi profesi.
Fungsi kode etik profesi yaitu memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi mengenai perbuatan baik apa yang harus dilakukan. Sebagai sarana control sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Dan mencegah campur tangan pihak luar organisasi profesi terkait dengan hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
Hubungan etika dengan kode etik profesi yaitu pada etika, didalamnya terdapat nilai-nilai yang dijadikan sebagai pedoman bagi manusia untuk berbuat baik. Nilai-nilai etika yang dimaksud antara lain tanggung jawab, kewajiban dan hak. Pada kode etik profesi, tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban. Suatu pekerjaan yang wajib dilakukan oleh seseorang dalam suatu profesi kemudian kewajiban tersebut menjadi tanggung jawabnya. Misalnya pada professi keguruan, guru wajib menilai keberhasilan belajar peserta didikny. Maka salah satu tanggung jawab guru adalah menilai keberhasilan belajar peserta didiknya.
BAB III HAKIKAT GURU
Guru dapat diartikan sebagai orang dewasa yang bekerja sebagai tenaga pendidik dan pengajar disekolah agar peserta didik dapat menjadi sosok yang berkarakter, berilmu pengetahuan, serta terampil mengaplikasikan ilmu pengetahuannya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja guru yaitu: 1) Kepribadian, 2) Keterampilan Mengajar, 3) Keterampilan Berkomunikasi, 4) Keterampilan Berhubungan dengan Masyarakat, 5) Kedisiplinan, 6) Kesejahteraan, 7) Budaya Kerja, 8) Pengembangan Profesi Keguruan.
BAB IV PROFESI KEGURUAN
Profesi adalah pekerjaan yang menuntut seseorang untuk mempunyai keterampiilam/keahlian, kecakapan. Sedangkan keguruan adalah berbagai hal yang berhubungan dengan tugas pekerjaan seorang guru misalnya yang menyangkut pada pengajaran, pendidikan, dan metode pengajaran.
Profesi Keguruan adalah pekerjaan sebagai seorang guru yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik dengan bekal pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang dimilikinya.
Kode Etik Guru adalah nilai-nilai yang dijadikan sebagai landasan yang harus di junjung tinggi oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di dalam dunia pendidikan.
Tujuan kode etik guru antara lain: Untuk mengangkat citra positif dan martabat guru, untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan guru, sebagai landasan dan standar perilaku guru, untuk menempatkan guru sebagai orang yang bermanfaat bagi orang lain, untuk meningkatkan mutu guru, untuk meningkatkan mutu organisasi guru.
BAB V ETIKA PROFESI KEGURUAN
Etika profesi keguruan adalah ilmu yang mempelajari tentang perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai pendidik professional.
BAB VI ETIKA GURU TERHADAP DIRI SENDIRI
Memperteguh niat dan komitmen menjadi guru, guru yang mempunyai kepribadian yang tenang dan mantap, kecintaan guru terhadap peserta didikndan pekerjaannya, serta komitmen guru dalam bekerja dialhirkan oleh niat yang kuat dan ihklas untuk menjadi profesinya sebagai guru. Mengembangkan kemampuan guru sebagi guru, yaitu guru yang mengembangkan kemampuannya seperti conceptual skill yaitu kemampuan guru dalam berpikir kreatif, kemampuan meyelesaikan masalah pendidikan, dan kemampuan membuat karya tulis ilmiah. Technical Skill merupakan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan, metode, dan strategi untuk melaksanakan pembelajaran, yakni kemampuan mendayagunakan media pembelajaran dan kemampuan mengelola waktu dalam pembelajaran. Dan Kemampuan Human Skill yaitu kemampuan seorang guru berhubungan dengan kompetensi kepribadian dan sosial.
BAB VII ETIKA GURU TERHADAP PESERTA DIDIK
Memahami perbedaan individu peserta didik, menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik, memandang positinf peserta didik, menilai secara objektif yaitu (tidak membeda-bedakan) kemampuan peserta didik, menjadi teladan bagi peseta didik.
BAB VIII ETIKA GURU TERHADAP TEMAN SEJAWAT
Mengenal dan Memahami kepribadian rekan sejawat agar bisa ssaling bekerjasama, menjalin komunikasi dengan rekan sejawat untuk kepentingan pendidikan, melakukan persaingan kerja yang positif dengan rekan sejawat, mengelola konflik dengan rekan sejawat
BAB IX ETIKA GURU TERHADAP WALI PESERTA DIDIK
Mengenali wali peserta didik untuk kepentingan, menjalin komunikasi dengan wali peserta didik untuk kepentingan pendidikan, melakukan kerjasama dengan wali peserta didik untuk kepentingan pendidikan, membantu wali peserta didik dalam mendidik peserta didik dilimgkungan keluarga.
BAB X ETIKA GURU TERHADAP MASYARAKAT
Menyesuaikan diri dengan adat-istiadat masyarakat, menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan masyarakat, menjadi partisipan dalam lembaga atau organisasi kemasyarakatan.











BAB III
PEMBAHASAN
KEUNGGULAN BUKU
BUKU UTAMA ( Pengarang : Novan Ardy Wiyani, M. Pd. I)
Disini penyusun melihat antar sub-sub pembahasan saling berkaitan  satu sama lain dan apa yang dijelaskan dalam buku sudah lengkap karena ia membahas satu per satu tentang semua masalah yang berhubungan dengan proses pembelajaran yang ia juga membahas satu per satu sehingga pembaca dapat memilah-milah satu per satu dari materi tersebut. Apa yang dipaparkan didalam buku ini sangat jelas karena terletak pada meteri yang cukup lengkap terlihat pada sub-sub judul dalam buku ini yang lengkap dan menyeluruh, kemudian kelebihan dari buku tersebut adalah penulis dapat mengembangkan beberapa poin-point kecil namun cukup penting untuk di kaji.  Kemutakhiran buku ini tidak diragukan lagi dilihat dari tahun terbitannya dan sumber-sumbernya, kemudian pembahasan yang dipaparkan oleh penulis sangat menyeluruh sehingga sangat mudah untuk dipahami oleh penulis. Penyusun juga melihat pembahasan yang ada di buku pembanding sangat jelas
BUKU PEMBANDING I( Pengarang : Jamil Suprihartiningrum, M. Pd. Si.)
Dalam buku pembanding penyusun melihat apa yang dipaparkan didalam buku ini sangat jelas karena terletak pada meteri yang cukup lengkap terlihat pada sub-sub judul dalam buku ini yang lengkap dan menyeluruh, kemudian kelebihan dari buku tersebut adalah penulis dapat mengembangkan beberapa poin-point kecil namun cukup penting untuk di kaji. Menurut penyusun tidak ada yang perlu dikritik dari buku ini, karena cakupan yang dimuat buku ini sudah cukup bagus mulai dari kemutakhiran kemutakhiran serta keterkaitan antar babnya. Dari segi bahasanya pun cukup bagus.
BUKU PEMBANDING II (Pengarang: Barnawi & Mohammad Arifin)
Pada buku ini sudah dijelaskan bagaimana kinerja guru dalam mendidik, dan buku ini hanya menjelaskan tentang kinerja guru saja, sehingga buku ini tidak seluas pada buku utama, dimana buku utama lebih menjelaskan tentang etika seorang guru dalam mendidik. Kedua buku ini antara buku utama dengan buku pembanding dua sama-sama mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing sehingga kalau dipadukan maka kedua buku ini sudah dikategorikan sempurna.





























BAB IV
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Etika adalah suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Etika merupakan cara kita dalam atau berbuat. Profesi Keguruan adalah pekerjaan sebagai seorang guru yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik dengan bekal pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang dimilikinya. Jadi etika profesi keguruan adalah cara seorang guru dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik dengan catatan guru harus professional di bidang mata pelajarannya.
  1. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan diatas di atas seorang guru harus mampu untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai peserta didik secara optimal sehingga peserta didik dapat mengembangkan pola pikirnya dan mampu memahami apa yang telah di ajarkan oleh seorang tenaga pendidik.
DAFTAR PUSTAKA
Ardy, Novan, 2015. Etika Profesi Keguruan. Jogjakarta: Gava Media.
Suprihartiningrum, Jamil 2014. Guru Profesional Pedoman Kinerja, Kualifikasi, & Kompetensi Guru. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Arifin Mohammad & Barnawi 2014. Kinerja Guru Profesional: instrument Pembinaan, Peningkatan, &Penilaian. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.